Perguruan Tinggi Swasta Nggak Kalah "kok"

Perguruan Tinggi Negeri versus Perguruan Tinggi Swasta. Ayo mau pilih yang mana?. Akan ada masanya kita akan membela suatu perkara. Seperti contoh, kita mempunyai pacar baru nih, dan akan dikenalkan ke orang tua.

Pendidikan

Ketika sudah dikenalkan latar belakangnya, agamanya, keturunannya, dsb, bagaimana jika keputusan orang tua membawa kita agar kita menjauh dari Dia (pacar baru) ? dalam hal ini kita tidak direstui dengannya?

Yosh! kita pun mengajukan berbagai alasan-alasan yang mendorong/membujuk orang tua kita agar bisa meyakinkannya, cieee. Begitupun ketika kita lulus di sebuah Perguruan Tinggi Negeri ataupun Perguruan Tinggi Swasta (PTN/PTS). Ada berbagai alasan rasional sampai yang dikarang sendiri sekalipun akan terlontar dari bibir kita. Untuk apa? bisa meyakinkan orang lain, menutupi kekurangan, bahkan sampai agar kita sendiri tidak menyesal dengan pilihan kita (PTN/PTS).

Kata mereka tentang Perguruan Tinggi Swasta (Universitas Swasta) :
  1. Biaya kuliahnya mahal euy ! 

    yaps! bener banget...memang mahal, karena jelas bahwa kalau universitas Negeri kan disubsidi sama Pemerintah, kalau Swasta? ya kagak. Bisa-bisa kepikirin terus kalau kuliah nanti, waaah...bayarannya mahal, harus rajin-rajin belajar nih !. Tapi, ada sebagian Universitas Negeri yang lebih mahal biaya kuliahnya dibanding Swasta, namun sebagian besar, Swasta yang lebih mahal.

    Biaya kuliah yang mahal

  2. Enak aja ! kualitas LULUSAN anak-anak swasta gak kalah "kok" sama anak negeri...

    iya iya, lulusan anak negeri gak selalu menang "kok-kok". :D

    Saya punya ilustrasi, ini sebuah eliminasi permainan. Katakan saja seperti acara "Benteng Takeshi". Mereka yang ikut serta, akan dieliminasi dengan permainan kelincahan, ketangkasan, dsb, sampai menyisakan peserta yang lolos pada putaran yang terakhir. Mereka lah orang-orang yang terpilih, orang-orang yang terbaik dari keseluruhan peserta. Begitupun seleksi Perguruan Tinggi yang mempunyai tahapan seleksi, dari SNMPTN, SNMPTN tulis, MANDIRI.

    Kualitas lulusan
    Memang kualitas lulusan juga diukur melalui tahap seleksi, namun tidak selamanya, ada banyak faktor yang bisa menjadikan individu jauh dari yang diharapkan.

    Perlu dicatat juga bahwa KUALITAS disini jangan diartikan untuk individu doang, tapi kualitas pada akreditasi jurusan Universitas tertentu. Jurusan yang akreditasinya A di Swasta jika dibanding dengan jurusan yang akreditasinya C di Negeri, mau pilih mana? ^_^
  3. Sarana dan Prasarana di universitas swasta lebih lengkap dan berkualitas Loo

    Benar sekali !
    Saya sering keliling-keliling universitas, politeknik, institut, baik itu negeri ataupun swasta. Dan sangat sesuai dengan apa yang Saya lihat, Sarana dan Prasarana di universitas swasta lebih lengkap dan berkualitas. Namun, tidak untuk sarana dan prasarana olahraga seperti kolam renang, track lari, lapangan sepak bola, sport hall, dsb.

    Sarana dan Prasarana di universitas
    Pun pada perguruan tinggi swasta yang kecil, sarana dan prasarananya memang memadai. Yah, minimal mendukung aktifitas pembelajaran pada jurusan tertentu.

    Sarana dan Prasarana di universitas

  4. Tenaga Pengajarnya lebih kreatif !

    Ada 2 pendapat tentang ini :
    1. lebih baik dosen swasta, karena kalau dosennya di PTN, Dosennya harus taat pada aturan- aturan yang ada. Berbeda dengan swasta, dosen berhak menentukan sistem pembelajarannya.
    2. lebih baik diajar oleh tenaga pengajar dari universitas negeri. Karena kalau dosen universitas negeri, rajin masuk kuliahnya.

    Tenaga pengajar kreatif

    Bingung?
    - ajarin.net lebih memilih pilihan kedua. Karena kenapa? ada Dosen Negeri yang SAMBILAN ngajar di Perguruan Tinggi Swasta. Bukan Dosen Swasta yang sambilan ngajar di PTN.
  5. Prospek Lulusan - Pasar Kerja, lulusan PTS  harus mati-matian cari kerja

    Agar lulusan swasta lebih cepat dapet kerja, ada artikel yang mengatakan untuk lulusan swasta IPK harus lebih tinggi daripada lulusan negeri. Ada yang bilang, lebih baik negeri, lulusannya lebih cepet dapet kerja. Sampai ada juga yang berpendapat itu tergantung skill/kemampuan individu pada bidangnya masing-masing.

    Prospek lulusan
    Why not Both? yang terbaik dari yang baik ya mending pilih PTN dengan syarat mempunyai skill/kemampuan pada bidang tertentu. Lulusan PTS pun seperti itu, dimana pun kuliah, yang terpenting adalah skill/kemampuan kita agar mampu bersaing di dunia kerja.
  6. Ranking Universitas. PTS ? ada "kok" yang masuk 10 besar di Indonesia

    Saya memperoleh data dibawah ini pada bulan Oktober 2014. Berikut Top 10 Universitas di Indonesia versi Webometrics dan 4ICU.

    A. Versi Webometrics
       
    1. PTN - Universitas Gadjah Mada
    2. PTN - Universitas Indonesia
    3. PTN - Institut Teknologi Bandung
    4. PTN - Institut Pertanian Bogor
    5. PTN - Universitas Diponegoro
    6. PTN - Universitas Brawijaya
    7. PTN - Universitas Padjadjaran
    8. PTN - Universitas Sebelas Maret
    9. PTN - Universitas Airlangga
    10. PTS - Universitas Gunadarma

    Ranking Universitas Versi Webometrics

    Pada versi webometrics hanya 1 PTS yang masuk 10 besar, yaitu Universitas Gunadarma.

    B. Versi 4ICU

    1. PTN - Institut Teknologi Bandung
    2. PTN - Universitas Gadjah Mada 
    3. PTN - Universitas Indonesia 
    4. PTN - Universitas Sebelas Maret
    5. PTN - Universitas Brawijaya
    6. PTN - Universitas Padjadjaran
    7. PTN - Institut Pertanian Bogor
    8. PTN - Universitas Diponegoro
    9. PTS - Universitas Gunadarma
    10. PTN - Universitas Airlangga

    Ranking Universitas Versi 4ICU

    Pada versi 4ICU pun hanya 1 PTS yang masuk 10 besar, yaitu Universitas Gunadarma.
Semua tulisan diatas merupakan tulisan yang di dapat dari berbagai sumber, pengalaman pribadi, kemudian dijadikan menjadi satu sehingga merumuskan suatu gagasan baru. Terima Kasih.

No comments:

Post a Comment