Cara Kompresi dan Dekompresi File/Direktori di Ubuntu Melalui Terminal

Kompresi file biasanya digunakan untuk menyatukan file banyak agar mudah dikirimkan ke flasdisk atau direktori lain. Dengan kompresi, Kita bisa lebih mudah juga mengupload file banyak ke internet. Disamping menyatukan file, file hasil kompresi biasanya lebih kecil dibandingkan file yang tidak
dikompresi, jadi fungsinya juga bisa sebagai pengecil ukuran suatu file atau direktori.

Menurut wikipedia, pemampatan data atau kompresi data adalah sebuah cara untuk memadatkan data sehingga hanya memerlukan ruangan penyimpanan lebih kecil sehingga lebih efisien dalam menyimpannya atau mempersingkat waktu pertukaran data tersebut. Ada terdapat dua jenis pemampatan data, yaitu pemampatan tanpa kehilangan (lossless data compression) dan pemampatan berkehilangan (lossy data compression).

Disini akan dijelaskan dua cara kompresi di linux melalui terminal yaitu gzip dan bzip2.

1. gzip

2. bzip2

kompresi file/direktori di ubuntu melalui terminal

Bisa dilihat dari gambar di atas, ukuran file hasil kompresi bzip2 bisa lebih kecil dibandingkan hasil kompresi gzip.

Kemudian untuk cara dekompresi file-file tersebut adalah sebagai berikut:

1. gzip -d

2. bunzip2

dekompresi file/direktori di ubuntu melalui terminal

Cukup sekian perintah-perintah linux tentang cara-cara kompresi dan dekompresi File/Direktori di ubuntu melalui terminal. Untuk programnya sendiri (tanpa melaui terminal) juga sebenarnya ada, yaitu Archive Manager, jadi untuk mengkompresi file atau direktori hanya tinggal klik kanan pada file/direktori yang bersangkutan, kemudian klik pilihan apakah ingin di kompresi atau dekompresi, terserah Anda. Jika belum mempunyai programnya, bisa memakai alternatif ini, yaitu mengkompresi file melalui terminal seperti contoh di atas. Biasanya ketika menginstall sistem operasi Ubuntu, di dalamnya sudah termasuk ada program Archive Manager ini.
Terima Kasih telah berkunjung di blog ini. Salam ajarin!

No comments:

Post a Comment