Pemrograman Berorientasi Objek

Perkembangan gaya pemrograman mencapai gaya pemrograman orientasi objek setelah era pemrograman terstruktur. Pemrograman orientasi objek menggantikan pemrograman terstruktur karena mempunyai banyak keunggulan dalam menangani proyek yang luar biasa kompleks.
Pemrograman menggunakan bahasa orientasi objek menawarkan fleksibilitas, kegunaulangan, dan kemudahan perawatan.
Pemrograman Berorientasi Objek
referensi : http://www.makditechgroup.com/

Bahasa pemrograman orientasi objek telah menjadi aliran utama (mainstream), Java berorientasi sejati melebihi C++. Segala sesuatu di Java kecuali sedikit tipe dasar (int, float, double, char) adalah objek.

Dibanding C++, Java lebih memberi kemudahan, antara lain:
1. Perancang Java menghilangkan keperluan dealokasi manual. Java dilengkapi garbage collector yang bertugas mendealokasikan memori yang tidak diperlukan. Tidak ada lagi upaya pemrogram untuk dispose(). Pemrogram tidak dibebani urusan korupsi dan sampah memori.

2. Java menerapkan array sebenarnya, menghilangkan keperluan aritmatika pointer yang berbahaya dan berpeluang besar mengakibatkan kesalahan.

3. Menghilangkan keniscayaan operasi penugasan (assignment) sebagai pengujian atas kesamaan di kalimat bersyarat. Di C/C++, pernyataan seperti (nPerson=3)...
sering menjadi penyebab masalah, memaksudkan pengujian namun yang terjadi adalah pemberian nilai. Pada kasus ini, kompilator tidak berhak memberi peringatan karena pernyataan itu merupakan pernyataan yang sah.

4. Menghilangkan pewarisan jamak (multiple inheritance) diganti fasilitas interface. Interface memberi banyak manfaat antara lain untuk pewarisan jamak tanpa dibebani kompleksitas yang muncul dari pengelolaan hirarki pewarisan jamak.


Referensi :
Harianto, Bambang. 2011. Esensi-esensi bahasa pemrograman Java. Penerbit Informatika: Bandung

No comments:

Post a Comment